Menyikapi Penurunan Harga Emas
Harga EMAS yang terjadi saat ini khususnya di tahun 2012 sampai dengan awal tahun 2013 terus mengalami penurunan, kondisi seperti ini membawa dampak keresahan bagi masyarakat yang sudah membeli emas diharga tinggi dan menimbulkan keraguan apakah berinvestasi logam mulia secara fisik itu menguntungkan atau tidak? Apakah fenomena penurunan harga emas ini akan terus berlanjut? dan banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang membuat kita merasa cemas dan ragu, bahkan lebih parahnya lagi akan memicu kepanikan bagi sebagian orang yang belum memahami esensi dari konsep berinvestasi emas secara baik dengan langsung menjual asset emasnya.
Kondisi harga emas diawal tahun 2013 dibuka di harga UD$ 1.695 troi ons pada tanggal 2 Januari 2013, sedangkan kondisi harga emas hari ini (17 Mei 2013) berada di posisi harga US$ 1.379 troi ons atau mengalami penurunan sebesar kurang lebih 20% dari harga awal pembukaan tahun 2013. (sumber : www.kitco.com, tabel pergerakan harga emas bulan Januari 2013 sd Mei 2013). Di dunia perdagangan secara psikologis bisa dikatakan wajar, karena ketika setiap kenaikan harga sudah mencapai pada titik jenuh tertentu pastilah akan ada balancing dengan penurunan harga yang sifatnya sementara. Sama halnya dengan kondisi harga emas di awal tahun ini, sudah sewajarnya penurunan harga yang terjadi karena disebabkan oleh kondisi dimana harga emas sudah mencapai titik jenuh, yang lazimnya harga emas akan melakukan penyeimbangan dengan adanya penurunan harga untuk kembali me-refresh dan mencari titik harga terendah untuk kemudian akan kembali bergerak naik. Seperti sebuah artikel yang dirilis oleh salah satu perusahaan perbankan dan sekuritas terkenal di Amerika yaitu Goldman sachs, menyatakan bahwa harga emas saat ini sudah berada pada posisi terlalu tinggi (titik jenuh) dan waktunya investor melepas emasnya, oleh karena itu banyak para investor terpengaruh dengan pernyataan tersebut dan turut serta melepaskan aset emasnya yang menyebabkan harga emas terkoreksi turun (asas supply and demand).
Kondisi penurunan harga emas seperti ini bukan berarti berinvestasi di emas fisik sudah tidak menguntungkan lagi, namun lebih kearah penyesuaian harga pasar yang memang sudah terlalu tinggi, penurunan harga emas ini seharusnya disikapi dengan bijak dan dijadikan sebagai momentum untuk memperbanyak aset emas karena bisa dipastikan harga emas akan kembali naik. Penurunan harga emas yang terjadi sekarang ini lebih disebabkan oleh dua faktor fundamental yaitu : Sentimen negatif emas dan Semakin memburuknya ekonomi zona eropa.
Pergerakan harga emas terbebani oleh sentimen negatif dari membaiknya perekonomian AS yang berimbas pada penguatan nilai dollar pasca dirilisnya Beige Book Federal Reserve AS dimana pertumbuhan ekonomi AS semakin baik ditandai dengan meningkatnya data kontruksi perumahan, disamping itu juga koreksi harga emas dipicu oleh kebijakan Fed yang akan melanjutkan program pembelian obligasi dalam rangka memacu pertumbuhan ekonomi AS dan pemangkasan proyeksi pengangguran AS.
Tingginya sentimen alih risiko (risk aversion) dan penguatan dolar AS yang masih akan berlanjut membuat harga emas terus mengalami pelemahan. Seperti yang dikutip dari pernyataan Head of Research and Analysis PT Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, beliau mengatakan para pelaku pasar keuangan global masih khawatir dengan situasi di zona Eropa, yang memungkinkan program penyelesaian krisis utang Eropa akan kembali menemui hambatan dan berpotensi meningkatkan ketidakpercayaan pasar di zona ekonomi Eropa yang tentunya akan berimbas pada sikap para pelaku pasar yang masih mewaspadai situasi dan meragukan kemampuan salah satu anggota zona ekonomi eropa dalam bertahan tanpa bantuan "bailout" dari Bank dunia. Ditambahkan juga situasi ini meningkatkan ketidakpastian di pasar keuangan sehingga pasar melepas investasi berisiko untuk sementara, termasuk emas.
Selama sepuluh tahun terakhir, harga emas terus mengalami kenaikan, bahkan sempat menyentuh harga tertinggi pada tahun 2011 yaitu di harga US$ 1.920 per ounce. Namun di masa sepuluh tahun ini harga emas juga pernah mengalami penurunan harga yang cukup signifikan, dimana pada tahun 2008 tepatnya di bulan November harga emas kembali anjlok di harga US$ 680 per troi ons yang sebelumnya pernah menguat di harga US$ 1.040 per troi ons pada tahun yang sama atau mengalami penurunan sebesar 35%.
Penekanan harga emas terus berlangsung selama hampir 11 bulan dan cenderung harga emas bergerak sideway, sampai akhirnya pada bulan akhir November 2009 harga emas naik di harga US$ 1.240 per toi ons atau naik sekitar 45% dan puncaknya di bulan Agustus 2011 kenaikan harga mencapai US$. 1.940 per troi ons atau 65% dari penurunan harga terendah.
Faktor atau penyebab penurunan harga emas di tahun 2008 tersebut bisa dikatakan hampir sama dengan apa yang terjadi di tahun 2012 – 2013 ini, faktor sentimen terhadap emas dan memburuknya situasi ekonomi zona eropa menjadi momok utama yang berperan penting pada penurunan harga emas yang terjadi tahun ini.
Penekanan harga emas terus berlangsung selama hampir 11 bulan dan cenderung harga emas bergerak sideway, sampai akhirnya pada bulan akhir November 2009 harga emas naik di harga US$ 1.240 per toi ons atau naik sekitar 45% dan puncaknya di bulan Agustus 2011 kenaikan harga mencapai US$. 1.940 per troi ons atau 65% dari penurunan harga terendah.
Faktor atau penyebab penurunan harga emas di tahun 2008 tersebut bisa dikatakan hampir sama dengan apa yang terjadi di tahun 2012 – 2013 ini, faktor sentimen terhadap emas dan memburuknya situasi ekonomi zona eropa menjadi momok utama yang berperan penting pada penurunan harga emas yang terjadi tahun ini.
Investasi logam mulia pada dasarnya merupakan investasi jangka panjang dan sangat baik jika dijadikan sebagai hedging atau lindung nilai dari pengaruh inflasi dimasa yang akan datang. Seperti halnya yang dilakukan oleh India, menurut vivanews saat ini pemerintah India memfasilitasi rakyaknya untuk mempermudah pembelian emas di 466 cabang kantor pos di Negara itu bahkan bagi rakyatnya yang tidak mampu membeli tunai, Negara India juga menyediakan perusahaan-perusahaan public yang memberikan fasilitas kredit kepada warga negaranya untuk memiliki dan menyimpan asset jerih payahnya ke emas. “Bukan uang rupee”. Begitu juga yang dilakukan oleh PT. Golden Mandiri Investama, dimana GMI (sebutan untuk PT. Golden Mandiri Investama) memberikan satu pelayanan yang dapat memudahkan masyarakat untuk memiliki logam mulia dengan cara yang lebih mudah dengan sistem cicil emas bebas bunga dan bebas denda keterlambatan (indiGold), dimana sifat cicilannya tidak mengikat dan bisa dicairkan kapan saja.
Harga emas turun ? jangan takut. Sebaiknya jadikan penurunan harga emas ini untuk BELI saja dan SIMPAN! seperti artikel-artikel dan posting-posting yang saya muat di www.facebook.com/mygmiclub yang sudah di buat dengan mengangkat tema “fluktuasi harga emas” dan “Kapan waktu yang tepat berinvestasi emas” menjelaskan tentang esensi dari berinvestasi emas bahwa investasi di emas/logam mulia adalah investasi jangka panjang dan terencana bukan aksi spekulasi.
Ada teori sederhana yang berlaku di pasaran yaitu harga emas akan terus naik selama kita masih menggunakan sistem uang fiat dan inflasi masih terus akan terjadi sebagai dampak dari pembangunan dan perkembangan ekonomi setiap tahunnya. Usaha-usaha untuk menurunkan harga emas sifatnya hanya sementara dan tidak akan berpengaruh untuk jangka panjang. Jadikan momen penurunan harga emas saat ini untuk menambah aset anda dengan membeli emas di harga murah. Ketika suatu saat harga emas kembali naik tinggi seperti terjadi di tahun 2009/2010, anda akan menikmati hasilnya. Harga Emas kini memang kurang greget, tapi tidak berarti investasi anda sia-sia. Bagi anda yang sudah membeli emas diharga mahal, tak perlu panik atau gegabah dengan menjual emasnya. simpan saja emas anda sebagai bagian dari dana darurat. Para analisis menyakini, harga emas berpeluang bangkit di masa depan karena emas sejatinya adalah investasi jangka panjang, jadi seharusnya anda tidak terlalu berpengaruh oleh fluktuasi harga emas yang terjadi sekarang, toh rencananya anda tidak akan menjualnya di hari ini karena perencanaan investasi emas yang anda lakukan notabennya adalah untuk hedging keuangan anda di masa depan, melihat kondisi harga emas sekarang seharusnya ini dijadikan momentum atau kesempatan kita untuk memperbanyak aset bukan menjualnya.
SELAMAT BERINVESTASI !

Tidak ada komentar:
Posting Komentar